Tidak Sengaja
Cerita Dewasa · 18+
Cerita Sex Tidak Sengaja – Hari libur akhir tahun sebentar lagi akan tiba. Moment yang sangat ditunggu bagi para pekerja di salah satu perusahaan swasta
“Rein loe mau cuti kemana” Ucap Tasya pada sahabatnya itu
“Hmm aku rebahan aja di kos” Ucap Reina
“Ikut gue aja yuk sama pacar gue ke Bali” Ucap Tasya
“Gak nanti aku jadi obat nyamuk kamu sama Dani” Ucap Reina. Pasalnya Reina sering jadi obat nyamuk sahabatnya itu
“Gue gak berdua doang. Tapi banyak orang sama teman teman dani juga” Ucap Tasya
“Serius. Yaudah aku ikut” Ucap Reina
“Oke Reina yang cantik” Ucap Tasya sambil mengecup pipi Reina pergi dari meja Reina

Reina tinggal di sebuah kos yang terletak di kota besar Jakarta. Tasya dan kekasihnya sendiri berasal dari Semarang yang merantau di Jakarta bersama kekasihnya yang bekerja sebagai Direktur. Sedangkan Reina berasal dari Solo Jawa Tengah
H-1 sebelum berangkat ke Bali. Tasya mengatakan pada Reina untuk belanja. Pasalnya Tasya ini anak orang kaya dan kerjaannya belanja. Berbeda dengan Reina yang menanggung biaya hidup keluarganya di kampung. Yang harus berhemat di gemerlapnya ibukota
“Reina bikini ini cocok deh buat loe” Ucap Tasya
“Gak mau aku pakai gituan Tasya” Ucap Reina
“Gak asik loe. Padahal loe kan seksi banget kalau pakai ginian” Ucap Tasya
“Geli aku dengerin kamu. Yuk makan laper banget” Ucap Reina
“Ayok ke KFC aja lagi pengen aku” Ucap Tasya sambil merangkul Reina
Reina memang sangat beruntung memiliki sahabat seperti Tasya. Walaupun perbedaan mereka sangat mencolok Tasya suka sekali ke club beberapa kali Reina harus menjemput Tasya ke club karena mabuk berat. Sedangkan Reina seumur hidup tidak pernah menginjakan kaki di club jika bukan karena menjemput sahabatnya
Tasya berasal dari keluarga terpandang ayahnya pejabat daerah ibunya seseorang anggota dewan. Sedangkan Reina ayahnya dan ibunya bekerja sebagai pedagang sembako dirumah
Namun hal ini tak membuat Tasya menjauhi Reina karena tasya adalah anak yang bersahabat tak memandang status sosial
Tasya mengangap Reina adalah sahabat yang sangat tulus padanya dari segi apapaun.
Hari liburan pun sudahlah tiba. Reina, Tasya dan Deni kekasih Tasya sudah tiba di bandara Soekarno Hatta
“Hai bro udah sampe loe” Ucap salah satu pria teman deni
“Sudah bro” Ucap dani
“Oh iya kenalin ini temen Tasya namanya Reina” Ucap dani mengenalkan Reina pada temannya
“Hallo Reina salam kenal gue Ivan, ini darren dan yang ini temen gue ardian” Ucap Ivan
“Hai semua salam kenal” Ucap Reina
“Hmm sepertinya udah mau boarding. Yuk cek in” Ucap dani
“Yukkk” Ucap semuanya
Kali ini Reina hanya membawa 1 koper dan tas punggung 1
“Jadi cuma aku sama Tasya ceweknya tau gitu gak ikut aja” Batin Reina
“Reina ayok bengong aja si loe” Ucap Tasya
“Hah iya” Ucap reina membawa kopernya dan berjalan mengikuti yang lainnya
Sudah Reina duga pasti Tasya akan sibuk dengan dani kekasihnya.
Sampailah Reina di dalam pesawat. Reina duduk disamping rombongan temannya dani kekasih Tasya. Kalau gak salah namanya ardian. Pria disamping Reina terkesan cuek dan Reina pun juga cuek
Pesawat sudah sampai di bandara ngurah rai.
“Akhirnya liburan juga” Ucap Tasya
“Kita harus senang senang disini honey” Ucap dani
“Pasti dong sayang” Ucap Tasya mengecup pipi dani
Reina yang melihatnya kesel banget karena Tasya nempel dengan dani sedangkan dimanapun dia tetap jadi nyamuk
“Sabar ya Reina. Kamu pasti sering jadi nyamuk mereka” Ucap Ivan
“Hehe udah biasa juga” Ucap Reina
“Yaudah cepet ke penginapan. Badan gue udah lengket semua” Ucap darren
Kami berenam pun perjalanan ke penginapan
Penginapannya vila berada di ubud suasana disini alam sekali dingin dan nyaman
Disini ada 3 kamar
Kamar kesatu ditempati dani dan Tasya. Reina sudah paham mereka berdua ini memang sudah sering seperti suami istri. Namun Reina selalu memperingatkan Tasya untuk selalu jaga aman tidak hamil
Kamar kedua ditempati Daren, Ivan dan Ardian
Sedangkan kamar satunya di tempati Reina
Waktu menunjukan malam dan mereka berenam akan menuju club malam. Sebenarnya Reina tidak mau ikut namun Tasya memaksanya
“Mau pesen apa” Ucap Ivan
“Biasa bro” Ucap mereka berempat
“Hm Reina kamu mau apa” Ucap Ivan
“Ada ice tea gak” Ucap Reina
“hahahahaha loe pikir ini warung bu mintu” Tawa Tasya
“Ckkk” Sebel Reina
“Gak ada Reina” Ucap Ivan
“Mineral aja” Ucap Reina
“Loe gak minum ya coba aja dikit” Ucap darren
“Dar jangan loe paksa Reina beda sama kita” Ucap Ivan
“Hasshh” Ucap darren
Terlihat Ivan, Daren, Tasya dan Dani sudah mabuk parah. Tinggal Reina dan Ardian yang masih sadar
“Sialan nyusahin” Ucap Ardian yang didengar Reina
“Hmm kita bawa mereka pulang” Ucap Reina
“Ya” Ucap cuek Ardian
Reina dan Ardian membawa keempat orang mabuk itu ke vila dan sudah berada di kamar masing masing
Anehnya semalaman Reina gak bisa tidur mendengar suara desahan dani dan Tasya
“Ahhhhhh sayang ahhh ahhh jepit banget sayang ahhhh” Desah dani
“Ahhhh danii ahhh aku keluar sayang ahh” Desah Tasya
“Bersama sayang ahhhhhh” Desah mereka bersama.
Bersambung…
Pagi hari sekali. Reina sudah bangun dan memasak untuk mereka berenam
Reina hari ini memasak ayam goreng, sayur asam dan sambal
“Good morning Reina cantik” Ucap dareen
“Pagi darren” Ucap Reina
“Kamu yang masak ini” Ucap Ivan
“Iya silahkan dimakan. Maaf seadanya” Ucap Reina
“Ah gue laper banget” Ucap Tasya
“Jelas laper teriak teriak juga butuh tenaga” Sindir Reina
“Ah sorry Reina sayangku gabisa gak tahan” Ucap Tasya
“Ah gak mau denger diem gak sya” Ucap Reina
“Udah sayang Reina pasti paham kok” Ucap dani
“Udah makan diem” Ucap Reina
Akhirnya mereka berenam makan tanpa bicara
“Ah masakannya enak banget apalagi sambalnya” Batin Ardian
“Ah kenyang banget gue enak banget Reina masakan loe. Thank you” Ucap Ivan
“Sama sama bang” Ucap Reina
Pagi ini mereka berenam akan main ke pantai Kuta. Seharian mereka main ke pantai Kuta sore ini kembali ke vila
Dan kini malamnya mereka mengadakan bbq dan minum alkohol
Reina akan keluar membeli daging dan alat alatnya
“Rein jadi berangkat sekarang. Perutku sakit banget dianter Ardian aja ya” Ucap darren
“Reina sendiri aja bang” Ucap Reina
“Saya antar” Ucap Ardian
Kini hanya berdua Reina dan Ardian didalam mobil. Reina bingung akan ngobrol apa pasalnya Ardian jarang bicara berbeda jika Reina sering ngobrol dengan darren dan Ivan
“Ini kita kemana” Ucap Ardian
“Supermarket depan kiri jalan” Ucap Reina
Ardian hanya mengantuk
Mereka berdua sudah sampai di supermarket Ardian membawa troli Reina di depan mengambil daging dan bumbu bumbu. Jika orang melihat mereka berdua seperti sepasang suami istri yang sedang berbelanja bersama
“Sepertinya sudah cukup” Ucap Reina
Ardian hanya mengantuk
“Cantik” Batin Ardian melihat Reina.
Reina memasak daging dibantu Ivan dareen sedang sakit perutnya
Reina inisiatif membuat jahe hangat untuk daren
“Bang ini untuk abang biar perutnya reda sakitnya” Ucap Reina
“Ah cantikku perhatian banget. Makasih” Ucap darren
“Jangan loe goda loh bang sahabat gue anak baik baik” Ucap Tasya
“Yaelah elo sya. Gue udah anggap dia adek gue sendiri” Ucap darren kesel
Sudah malam sekali Reina belum ngantuk. Reina pun menuju ke kolam renang. Disana terlihat Ardian sedang duduk disana dengan laptopnya
“Belum tidur” Ucap Reina
“Belum” Ucap Ardian
Reina hanya mengangguk dan pergi ke dapur membuat 2 gelas jahe hangat
“Ini buat kamu” Ucap Reina
“Makasih” Ucap Ardian
Reina duduk disamping Ardian
“Kamu sekantor sama Tasya” Ucap Ardian
“Iya. Kamu sekantor sama bang dani” Ucap Reina
“Enggak” Ucap Ardian
“Sudah malam saya tidur dulu selamat malam” Ucap Reina
“Iya selamat malam” Ucap Ardian
“Gadis yang manis” Batin Ardian
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini Ardian bangun terlambat. Ardian melihat pemandangan yang membuatnya kesal
Ivan sedang bersama reina di dapur. Mereka terlihat sangat romantis
“Pagi mau makan” Ucap Reina melihat Ardian
Ardian hanya diam dan pergi
“Udah Ardian mungkin lagi banyak fikiran” Ucap Ivan
“Iya bang” Ucap Reina
Dani yang melihat kejadian itu menyimpulkan bahwa Ardian menaruh hati pada Reina
Ardian berada di kolam renang
“Loe suka sama Reina” Ucap dani
“Engga gak usah ngada ngada loe bro” Ucap Ardian
“Awas aja loe kalau Ivan duluan dapetin Reina loe jangan sakit hati” Ucap dani dan pergi
“Sialan” Batin Ardian
Malam ini mereka akan ke club malam namun Reina tidak ikut. Hanya Reina yang di villa
Hari ini ubud hujannya cukup lebat
Reina berada dikamar tapi ada suara ngetuk2
Reina fikir mereka pada pulang namun hanya Ardian saja yang pulang
“Yang lain mana” Ucap Reina
“Masih di club” Ucap Ardian
Ardian menuju dapur dan mengambil minuman
“Butuh sesuatu” Ucap Reina
Ardian diam dan meminum. Namun sorot matanya menajam melihat Reina dengan pakaiannya terbuka. Reina juga lupa kalau dia memakai pakaian terbuka
“Rein saya gak akan biarin kamu jadi milik siapapun kamu hanya milik saya” Ucap Ardian
Ardian mencium Reina dan membawa Reina paksa ke kamarnya
“Arrrdian apa yang kamu lakukan” Ucap Reina
Ardian mencium Reina dan merobek paksa baju tidur Reina. Nampaklah payudara Reina Ardian mencium payudara Reina dan meremasnya
“Ahhh Ardian lepasin ahhh sakit Ardian” Ucap Reina
Ardian membuka bajunya dan mereka berdua sudah telanjang
“Reina kamu hanya milik saya” Ucap Ardian
“Hiks jangan hiks” Ucap Reina
“Ini akan sedikit sakit saya akan pelan pelan” Ucap Ardian memasukan ujung penisnya ke vagina Reina
“Ahhhh sakitt” Desah Reina
JLEBBBBB
“Ahhhh hiksss sakit keluarin sakittt” Ucap Reina memukul dada Ardian
Darah perawan Reina menyelimuti penis Ardian
“Tahan Rein” Ucap Ardian
Plok plok plok plok plok plok
“Hiks sakit hiks” Ucap Reina
“Ahhh pelan pelan ahhh pelan pelan” Desah Reina
“Aku mau keluar ahhhh” Ucap Reina
“Vaginamu sempit banget Reina ahhh bersama Rein” Ucap Ardian
Crotttttt Ardian menyemburkan cairannya di rahim Reina
“Hiksss lepasin hikss” Ucap Reina
“Reina saya minta maaf saya cinta kamu. Kita tidur ya” Ucap ardia mengecup kening Reina
Ardia memeluk Reina dalam keadaan mereka telanjang dan penis Ardian masih menancap di vagina reina.
Bersambung…
Rein bangun dalam keadaan sadar saat ini ia telanjang bulat dan disebelahnya ada pria yang sangat ia benci telah merengut keperawananya. Reina merasa ada yang menganjal di vaginanya karena ardian masih menancapkan penisnya didalam vagina Reina
Reina menangis
“Lepasin” Ucap Reina
“Reina saya bisa jelasin” Ucap ardian
“Lepasin hikss aku kotor banget hikss” Ucap Reina
“Sehabis pulang dari bali kita nikah” Ucap ardian
“Kamu gila setelah kamu melakukan ini kepada saya. Kamu gila setelah kamu memperkosa saya kamu mau menikahi saya dengan cara kotor” Ucap Reina
“Rein saya tadi malam tidak pakai pengaman dan menyemburkannya ke rahim kamu dan kamu pasti akan hamil” Ucap ardian dengan ancam
“Hiks kamu jahat ardian jahat hiks” Ucap Reina ardian memeluk Reina dengan posisi telanjang
Reina sudah tenang dan mau ke toilet. Namun saat akan beranjak vaginanya terasa perih
“Ahhhh” Ucap Reina
“Saya bantu” Ucap ardian
“Gak usah sentuh sentuh saya” Ucap Reina
“Rein saya bantu” Ucap ardian
Ardian pun mengendong reina ke kamar mandi tanpa perlawanan Reina
Ardian melihat noda darah di kasur. Artinya ardian yang pertama memecah keperawanan reinam ardian bangga dan tersenyum.
Ardian membayangkan kejadian tadi malam Reina begitu seksi dimatanya dengan payudara yang pas dimantanya
.
.
.
.
.
.
Dikamar mandi
“Kalau tau kejadiannya begini aku tidak mau ikut Tasya ke Bali hiks hiks bagaimana aku bisa melanjutkan hidup setelah ini hikss ya Tuhan maafkan aku. Ibu bapak maafkan aku tidak bisa menjaga diri hikss” Ucap Reina
Reina keluar kamar mandi sudah dengan baju yang lengkap dan melihat ardian di kasur
“Keluar kamu” Ucap Reina
“Rein dengarkan saya. Setelah pulang dari Bali kita menikah” Ucap ardian
“Saya gak mau menikah dengan laki laki seperti kamu hiks” Ucap Reina
“Setelah ini saya yakin kamu hamil. Dan mau di taruh mana muka kamu jika hamil. Tolonglah kamu ikutin semua. Kita nikah ya” Ucap ardian
“Kamu jahat ardian kamu jebak aku hiks” Ucap Reina
“Saya sayang dan cinta kamu Rein” Ucap ardian
“Hikss kamu jahat hikss” Ucap Reina
“Kamu makan dulu ya. Kamu pasti lapar. Saya sudah pesan tiket pesawat buat kita berdua ke Semarang” Ucap ardian
“Aku gak mau orang orang ada yang tau tentang kejadian ini. Termasuk orang tua ku atau orang tuamu” Ucap Reina
“Iya Rein” Ucap ardian.
Disinilah aku bersama ardian pria yang sudah memperkosa ku
Ardian membawaku kerumahnya. Rumah ardian sangat besar dan mewah. Apakah keluarganya mau menerimaku yang berasal dari keluarga biasa
“Masuk den dan non Reina tuan dan nyonya sudah menunggu” Ucap bibi
“Pah mah ini kenalin Reina calon istriku” Ucap Ardian
“To the point saja orang tua kamu kerja apa Reina” Ucap mama Ardian
“Orang tua saya pedagang sembako” Ucap Reina
“Gila kamu Ardian itu tidak sepadan dengan keluarga kita” Ucap mama Ardian
“Ma dengan restu atau tanpa restu mama kami akan tetap menikah” Ucap Ardian mengandengku pergi
“Papa restui kamu Ardian” Ucap papa
“Makasih pah” Ucap Ardian pergi mengandeng Reina
Reina dari tadi diam karena Ardian menikahinya hanya sebatas tanggung jawab
“Kita mampir makan dulu ya. Kamu nggak usah fikirin ucapan mamaku” Ucap Ardian
Reina hanya mengangguk
Ardian mengantar Reina kerumah orang tuanya. Dan mengatakan bahwa akan meminang Reina
“Saya titip Reina ya jaga Reina dengan baik” Ucap bapak Reina
“Iya Pak” Ucap ardian.
Bersambung…
Hari ini adalah hari pernikahan Reina dan ardian
Dan 1 jam lalu ardian telah menjabat tangan bapak Reina dan mereka berdua sekarang sudah dah menjadi suami istri
Resepsi pernikahan digelar 2 hari di Solo dan di Semarang pasalnya ardian berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya seorang jenderal dan ibunya anak pejabat.
Ivan, Darren, Dani dan Tasya juga hadir. Mereka begitu kaget saat ardian memberikan kabar akan menikah. Ardian menjelaskan pelan pelan kepada mereka dan Ivan pun hampir membogemnya. Tindakan ardian benar keterlaluan
“Reina maafin gue ya gara gara gue loe jadi berakhir seperti ini” Ucap Tasya
“Udah gapapa. Udah jalan Tuhan seperti ini” Ucap Reina
.
.
.
.
.
.
.
Acara sudah selesai keluarga Reina sudah kembali ke Solo dan kini Reina berada dirumah keluarga ardian
“Denger ya sampai kapanpun saya tidak akan merestui kamu dengan anak saya. Kamu tidak selevel dengan kami” Ucap mama ardian
“Mah apa apaan. Jangan nekan istri ardian” Ucap ardian
“Kamu bentak mama ardian. Kamu lebih belain wanita ini” Ucap mama ardian
“Bukan gitu ma” Ucap ardian
“Sudah kamu bawa wanita ini pergi ardian mama gak sudi liat dia” Ucap mama ardian
Ardian membawa reina ke kamarnya.
“Rein maafin mama” Ucap ardian
“Udahlah semua juga sudah terjadi. Tapi aku minta sama kamu jangan bentak mama kamu seperti tadi” Ucap reina
Reina memang belum bisa memaafkan ardian sepenuhnya. Tapi melihat ardian tadi membelanya membuat rasa benci itu semakin luntur
“Lusa kita pulang ke Jakarta” Ucap ardian
“Iya” Ucap reina
“Kamu tidur di ranjang. Saya akan tidur di sofa” Ucap ardian
“Gak kamu tidur aja di ranjang. Aku yang di sofa” Ucap reina
“Dari pada ribut terus kita tidur diranjang” Ucap ardian
“Hmm” Ucap reina
.
.
.
.
.
Reina tidak bisa tidur dan ardian juga
“Rein kamu belum tidur” Ucap ardian
“Belum” Ucap reina
“Gimana kalau kita deeptalk” Ucap ardian
“Boleh” Ucap reina
“Reina sebelumnya maafin saya. Tapi jujur saya sayang cinta kamu mungkin sekarang kamu belum bisa balas cinta saya. Tapi aku yakin suatu saat nanti kamu bisa balas cinta saya” Ucap ardian
“Maafin aku. Aku belum bisa” Ucap reina
“Gak masalah. Kamu kenapa merantau ke Jakarta” Ucap ardian
“Demi mengubah nasib. Kamu tau sendiri penghasilan bapak dan ibu belum bisa nyukupin kebutuhan keluarga. Apalagi adek aku masih kecil kecil butuh biaya banyak” Ucap reina
“Saya salut sama kamu” Ucap ardian
“Kamu kerja dimana? ” Ucap reina
“Saya di rumah sakit” Ucap ardian
“Kamu dokter? ” Tanya reina
“Iya” Ucap ardian
“Aneh sekali aku baru tau pekerjaan suamiku” Ucap reina
Ardian tersenyum senang reina memanggilnya suami. Ardia merasa bahagia
“Rein boleh gak kamu manggil saya mas” Ucap ardian
“Kamu mau di panggil mas? ” Ucap reina
“Iya soalnya aneh kalau kamu manggil aku kamu atau hanya ardian” Ucap ardian
“Aku panggil mas ardian ya. Tapi mas manggil diri mas saya ya tapi aku ” Ucap reina
.
“Maafin mas ya Rein. Udah bikin kamu seperti ini” Ucap ardian
“Aku dari kemarin sebel banget sama kamu mas. Cuma sekarang aku udah berusaha menerima takdir ini” Ucap reina
“Kita harus terus bersama ya Rein apapun yang terjadi mas akan selalu jaga kamu” Ucap ardian mengecup kening reina
Ardian ingin mencium reina namun reina menghindar
“Maaf ya mas aku belum bisa aku masih trauma” Ucap ardian
“Maafin mas ya sayang kita tidur aja” Ucap ardian
Tidur memeluk reina dengan nyenyak.
Jam menunjukan pukul 3 reina bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Suaminya masih nyenyak tidur
Ardian melihat samping tidak ada reina. Ardian mencari cari dan menemukan seseorang wanita yang sedang sholat.
“Istriku sangat sholehah” Batin ardian
.
.
.
.
.
Reina yang sudah selesai sholat. Melihat suaminya terbangun
“Mas kamu udah bangun” Ucap reina
“Iya” Ucap ardian
“Sebentar lagi sholat subuh. Kita sholat berjamaah ya” Ucap reina
“Iya mas ambil air wudhu dulu” Ucap ardian
.
.
.
.
.
.
.
Setelah sholat subuh ardian tidur lagi berbeda dengan reina yang turun kebawah untuk masak
“Pagi bi reina bantuin ya” Ucap reina
“Pagi non. Aduh jangan non nanti saya dimarahin den ardian” Ucap bibi
“Tidak bi. Mas ardian aman nanti saya yang bilang. Please bi” Ucap reina
“Iya deh non” Ucap bibi
“Masak apa ini bi” Ucap reina
“Masak udang pedas” Ucap bibi
“Sayurnya belum ada ya bi sama sambalnya” Ucap reina
“Belum non” Ucap bibi
“Rein buatin ya bi” Ucapan reina
Setelah setengah jam berkutik di dapur. Reina menata makanan di meja. Dan naik ke lantai atas untuk membangunkan suaminya.
“Mas bangun” Ucap reina
“5 menit lagi Rein” Ucap ardian
“Yaudah aku turun kebawah sendiri” Ucap reina
“Iya mas bangun Rein” Ucap ardian
.
.
.
.
.
Pagi hari keluarga syailendra berkumpul untuk makan pagi lengkap ada Papa, Mama, adik mas ardian Nabilla dan Aldo
“Sambalnya enak bik. Sayurnya juga” Ucap mama
“Non reina yang masak nyonya” Ucap bibi
“Mama gak selera makan” Ucap mama dan pergi
“Semua lanjutkan makan aja” Ucap papa
.
.
.
.
.
.
Saat ini reina sedang bersantai di ruang tamu. Namun tiba tiba adik iparnya menghampirinya
“Kak lagi ngapain” Ucap Nabilla
“Ini lagi baca buku” Ucap reina
“Kak temenin aku ke mall yuk” Ucap Nabilla
“Kakak ijin abang kamu dulu ya” Tanya reina
“Aku ikut ya kak” Ucap aldo
“Oke” Ucap reina
“Aku tunggu ya kak” Ucap Nabilla
.
.
.
.
Reina memasuki kamar dan meminta ijin suaminya
“Mas aku ijin pergi sama Nabilla dan Aldo ya” Ucap reina
“Kemana? ” Ucap ardian
“Mall kata Nabilla mas. Boleh ya kan ini hari terakhir sebelum besok kita pulang” Ucap reina
“Oke hati hati. Ini untuk beli beli Nabilla dan Aldo kamu juga” Ucap ardian
“Mas aku ada kok” Ucap reina
“Gak ada penolakan. Pinnya tanggal pernikahan kita” Ucap ardian
“Oke mas pamit ya. Assalamu’alaikum” Ucap reina
“Waalaikumsalam” Ucap ardian.
Bersambung…
Reina, Nabilla dan Aldo sedang berada di Mall setelah menguras rekening ardian terutama kerjaan Nabilla dan Aldo kini mereka mampir makan di restauran sushi
“Kakak kenal bang ardian dimana” Ucap Nabilla
“Emmm dikenalin kak tasya temen kakak” Ucap reina
“Pacarnya bang dani ya kak” Ucap Aldo
“Kakak sabar sabar ya sama bang ardian. Abang itu sibuk, dingin, galak tapi sebenarnya hatinya lembut” Ucap Nabilla
“Ah kalau sama gue kok gak lembut” Ucap Aldo
“Kan bang Aldo nakal suka berkelahi” Ucap Nabilla
“Hehe gitu ya. Udah makan yuk terus kita pulang” Ucap reina
Seharian bersama kedua adik iparnya membuat reina nyaman. Adik iparnya menerima kehadirannya. Hanyalah waktu yang bisa menjawab kapan mama mertuanya akan menerimanya
.
.
.
.
.
.
.
Sesampai dirumah Ardian menunggu kedatangan mereka di ruang keluarga
“Kemana aja lama sekali” Ucap ardian
“Maaf ya abang soalnya sangking serunya Nabilla lupa waktu” Ucap Nabilla
“Iya. Sekarang kamu masuk kamar mandi terus istirahat” Ucap ardian mengelus rambut adik perempuannya
“Dada kakak dada abang” Ucap Nabilla
“Bang makasih ya traktirannya. Akhirnya gue dapat sepatu lari baru. Makasih kak reina” Ucap Aldo
“Pemerasan” Ucap ardian
“Biarin dong” Ucap Aldo
“Sekolah yang bener” Ucap ardian
“Siap bang” Ucap aldo meninggalkan pasutri itu
Ardian menghampiri istrinya mengekus rambut istrinya
“Kamu capek banget kelihatannya” Ucap ardian
“Engga kok” Ucap reina
“Seneng” Tanya ardian
“Iya seneng. Nabilla dan aldo anaknya seru dan baik” Ucap reina
“Hmmm abangnya mereka juga baik kan” Ucap ardian
“Ih apaan si kamu genit” Ucap reina meninggalkan ardian
.
.
.
.
.
.
.
Sesampai di kamar reina sudah mandi dan seger
“Mas aku packging sekarang aja kali ya. Biar besok gak buru buru” Ucap reina
“Besok aja kamu capek banget pasti” Ucap ardian
“Besok penerbangan jam berapa mas” Tanya reina
“Sore jam 3” Ucap ardian
“Mas sebelum pulang makan soto semarang dulu yuk” Ucap reina
“Kamu ngidam” Ucap ardian
“Iya aku belum cek” Batin reina
“Rein hallo reina” Ucap ardian
“Ya gimana” Ucap reina
“Kamu udah dapat bulan ini” Tanya ardian
“Belum” Ucap reina ketakutan
“Kamu jangan khawatir misal iya pun aku akan tanggung jawab karena aku ayahnya” Ucap ardian
“Tapi aku takut hikss” Ucap reina
“Hei kamu punya suami jangan takut. Kita testnya. Kemarin mas beli stock testpeck” Ucap ardian
Ardian mengambil dan memberikan ke reina. Reina mencoba ke toilet ardian menunggu di depan pintu toilet
Reina keluar toilet
Dan hasilnya tidak positif
“Maaf ya mas kalau kamu inginnya hasilnya positif” Ucap reina
“Hey sayang tandanya kita suruh pendekatan dulu. Suruh pacaran dulu. Kamu gak usah khawatir” Ucap ardian
“Iya mas” Ucap reina
“Kita tidur aja ya. Kamu capek banget kelihatannya” Ucap ardian
Akhirnya dua pasangan suami istri ini tidur dengan berpelukan.
Malam ini mama ardian jatuh sakit. Ardian membatalkan kepulangannya ke Jakarta begitu juga reina menambah masa cutinya
Reina membuatkan bubur untuk mama mertuanya
“Bu ini saya buatkan bubur saya bantu makan ya bu ibu belum makan” Ucap reina
“Ngapain kamu masuk kamar saya. Keluar kamu” Ucap mama ardian
PYARRRRRR
Reina mencoba membereskan pecahan itu
“Ahh” Reina terkena pecahan itu
Papa, ardian, Nabilla, Aldo dan bibi mendatangi kamar mama
“Mama kenapa mama pecahkan gimana kalau tadi reina terkena lebih parah dari ini” Ucap ardian
“Kamu mau belain wanita rendahan ini ardian. Kamu sudah bukan ardian yang dulu lagi hikss” Ucap mama
“Wanita yang mama anggap rendahan ini istri aku ma. Dia wanita yang baik” Ucap ardian
“Mass cukup aku gak kenapa kenapa. Mama lagi sakit mas” Ucap reina
“Tidak usah sok peduli kamu. Pergi semua pergi hiks” Ucap mama ardian
Reina mengajak suaminya ke kamar dan memberikan air putih
“Mas aku minta sama kamu jangan pernah bentak mama mas. Aku mohon hiks aku takut liat kamu marah seperti tadi mas” Ucap reina
“Maafin mas Rein mas gak suka mama berkata tidak tidak tentang kamu” Ucap ardian memeluk reina
“Mas aku gak papa” Ucap reina
“Kita pulang ya ke Jakarta” Ucap ardian
“Tapi mas mama lagi sakit mas. Mas tega” Ucap reina
Tok tok tok
“Non den nyonya” Ucap bibi
“Kenapa dengan mama bi” Tanya ardian
“Nyonya pingsan sekarang dibawa tuan kerumah sakit” Ucap bibi
“Mas ayo kita kesana” Ucap reina
.
.
.
.
.
.
.
.
Ardian, Reina, Nabilla, Aldo, Papa berada di rumah sakit menunggu mama.
Plakkkkk tamparan tangan ini mengenai pipi reina. Tamparan dari tante anggun adek mama ardian
“Gara gara kamu kakak saya masuk rumah sakit. Dasar menantu tidak tahu diri” Ucap tante anggun
“Tante jangan seperti ini sama istriku tante dia tidak tahu apa apa” Ucap ardian
“Kalau kamu gak nikah dan bawa wanita ini ke keluarga kita pasti kakakku tidak akan masuk rumah sakit” Ucap tante anggun
“Sudah anggun sudah. Kamu duduk kakak kamu seperti ini bukan karena reina. Tolong jaga sikap kamu” Ucap tegas papa ardian
Ardian membawa reina duduk
“Maafin saya Rein” Ucap ardian
“Mas kamu. Jangan banyak minta maaf lebih baik kita berdoa untuk mama” Ucap reina
“Hatimu sangan baik” Batin ardian
.
.
.
.
.
.
Setelah menunggu satu jam mama akhirnya sadar. Ardian harus kembali ke Jakarta tidak jadi cuti karena ada operasi mendadak. Koper semua sudah dibawa sopir menuju rumah sakit
“Ma aku pamit kembali. Mama sehat ya” Ucap ardian
“Bu saya pamit. Ibu jaga kesehatan” Ucap reina
Tidak ada tanggapan
.
.
.
.
.
.
Pesawat tiba di bandara. Barang2 reina di kos sudah dipindahkan di apartment ardian
Ardian tadi sesampai di bandara langsung menuju ke rumah sakit. Reina menuju ke apartment ardian
Disinilah reina berada. Hari ini reina akan memasak. Karena dibawah apartment ardian ada supermarket
Setelah memasak, membersihkan dapur, menara pakaian di lemari. Reina mandi selesai mandi ia menuju dapur untuk menata makanan.
Cklekkk
“Mas udah pulang” Ucap reina menuju ardian mencium tangannya
“Iya. Kamu masak apa hari ini” Ucap ardian
“Masak beef teriyaki. Mas mau kopi atau teh” Ucap reina
“Mau jahe hangat ada. Mas mandi dulu” Ucap ardian
“Ada.. Ok bos” Ucap reina
Selepas ardian mandi mereka berdua makan dengan penuh ketentraman.
“Capek banget ya hari ini” Tanya reina
“Iya ada operasi mendadak dan cukup memakan waktu” Ucap ardian
“Mas besok kerja” Ucap reina
“Iya kamu juga kan besok kerja” Ucap ardian.
Bersambung…
Reina sudah mulai kerja. Waktu sudah sore jakarta di guyur hujan cukup deras. Reina menunggu suaminya menjemput. sambil menunggu ia mengobrol dengan sahabatnya tasya
“Loe udah begituan sama bang ardian belum” Ucap tasya
“Begituan gimana” Ucap reina
“Dasar loe masih aja polos. Maksud gue hubungan intim alias bercinta” Ucap tasya
“Waktu di bali sya kalau kamu lupa” Ucap reina
“Terus habis itu gak pernah” Ucap tasya
“Gak” Jawab reina
“Gue kasih tau ya Rein. Bang ardian itu memang suka ke klub tapi dia gak suka main cewek paling hanya minum. Dia pertama kali bercinta juga sama loe. Dan awas aja kalau loe gak bercinta sama dia. Bang ardian cari pelampiasan misal jajan” Ucapan tasya
“Jangan nakut nakutin aku sya. Tapi aku masih takut sama kejadian di bali” Ucap reina
“Mau sampai kapan Rein. Loe harus Terima keadaan. Bye cowok gue udah jemput dan ini kado buat loe cocok buat nyenengin bang ardian apalagi musim dingin” Ucap tasya.
“Omongan tasya ada benarnya” Batin reina
Tin tin
“Sorry Rein tadi macet. Nunggu lama ya” Ucap ardian
“Enggak kok mas” Ucap reina
Reina sedari tadi bengong
“Rein Rein” Ucap ardian
“Ah iya mas kenapa” Ucap reina
“Kamu kenapa bengong” Ucap ardian
“Ah enggak kok mas” Ucap reina
“Kalau ada yang kamu fikirin cerita sama mas Rein” Ucap ardian
“Iya mas gak kenapa kenapa kok” Ucap reina
Kini mereka berdua sudah di apartment. Ardian sedang sibuk dengan laptopnya dan reina sedang menyiapkan makanan
“Mas sudah siap makanannya” Ucap reina
“Sop ayam kampung” Ucap ardian
“Iya mas maaf ya aku bisanya masak. Makanana kampung” Ucap reina
“Gak masalah Rein aku suka” Ucap ardian
.
.
.
.
.
.
Ardian sedang menyelesaikan laporan pasiennya dan reina sedang mondar mandir di kamar mandi karena membuka kotak kado dari sahabatnya
“Masak aku pakai ginian yang bener aja. Tapi bener apa kata tasya. Kalau mas ardian jajan diluar gimana. Aku gak mau. Tapi aku takut” Ucap reina
Akhirnya reina memakai lingeri itu. Tubuh reina terlihat sangat seksi. Lelaki siapapun akan tergoda melihatnya
Reina keluar dari kamar mandi ardian melihatnya juga bingung kenapa Reina memakai baju seperti itu
“Rein kamu gak kedinginan” Tanya ardian
“Mas kamu gak minta hak kamu. Atau kamu jajan diluar” Ucap reina
Ardian tersenyum
“Hei kamu punya fikiran dari mana” Ucap ardian
“Tasya tadi tanya aku. Apakah aku udah melakukan hubungan intim lagi sama kamu. Aku jawab terakhir waktu du Bali. Kata tasya kalau aku gak melayani kamu tasya takut kalau kamu jajan diluar hiks bener ya kamu jajan diluar” Ucap reina
“Sayang denger mas. Mas gak nyentuh kamu karena mas takut kamu masih taruma karena mas sadar diri atas kesalahan mas” Ucap ardian
“Yaudah berarti mas bener gak jajan diluar ya. Aku ganti baju dulu dingin banget” Ucap reina namun ditahan ardian
“Mas mau minta hak mas Rein” Ucap ardian
Ardian menciumi reina dan men gendong reina. Kemudian ia membaringkan reina di kasur. Menjilati leher reina dan tentunya membuka payudara reina
“Mas gelii payudara aku” Ucap reina
“Sayang ini pas banget di tangan aku” Ucap ardian
Ardian meremas payudara reina. Menciumi menyedot
“Ahhhh uh ahhhh mas pelan pelan nyusunya” Ucap reina
“Ahhh mas gak tahan sayang tubuh kamu sempurna ahhh” Ucap ardian
Ardian sudah menjaman seluruh atas tubuh reina. Ardian membuka kedua kaki reina
“Indah sekali sayang vagina kamu” Ucap ardian
Ardian menjilati vagina reina dan menusuknya
“Ahh mashh geli banget ahhh mashh” Desah reina
Ardian sudah tidak sabar memasukan penisnya ke liang vagina reina
“Sayang mas masukin ya” Ucap ardian
“Mas pelan pelan ya” Ucap reina
Jlebbbbbbb
“Ahhh sakit masssss” Desah reina
“Ahhh sayang vaginamu sempit banget penisku terjepit” Ucap ardian
“Mas gerakin ya sayang” Ucap reina
PLOK PLOK PLOK
ardian mengenjot penisnya di vagina reina
“Ahh mas ahhhhhhhh pelan pelan ahhhh” Desah reina
“Ahhh sayang vaginamu menjepit ahh” Ucap ardian
“Mashh aku ingin pipis” Desah reina
“Bersama sayang ahhhhhhhhh” Desah reina ardian
Crotttttttttttt ardian menyemprotkan spermanya kedalam rahim reina
Mereka bercinta hingga pagi.
Pagi hari Jakarta masih dilanda hujan deras. Dua insan yang lelah bercinta masih memejamkan mata
“Ahhhhh” Desah reina
Penis ardian masih menancap di vaginanya
“Mas bangun” Ucap reina
“Apa sayang kita cuti aja hari ini” Ucap ardian
“Mas penis kamu keluarin dulu. Vagina aku perih banget” Ucap reina
“Maaf sayang aku lupa” Ucap ardian
“Ahhh perih banget mas” Ucap reina
“Mas ambilin salep ya” Ucap ardian
Ardian mensalepi vagina reina
“Kamu sih mas kaya orang gak dapat jatah beberapa tahun” Ucap reina
“Kan emang lama banget sayang gak dapat jatahnya” Ucap ardian
“Sayang mas nenen dong” Ucap ardian
“Mas puting aku masih lecet kamu nyedotnya keras keras banget” Ucap reina
“Maaf sayang. Salah kamu goda mas pakai baju seksi” Ucap ardian
“Kamu aja sendiri yang kegoda” Ucap reina
.
.
.
.
.
.
Siang harinya ardian bercinta kembali dengan reina di sofa. Ardian membaringkan reina di sofa dan memasukan penisnya
Plok plok plok
“Ah mash pelan pelan dong mas vagina aku sakit” Ucap reina
“Ahhhh vaginamu sempit sayang ahhhh nikmat banget ahhhh” Desah ardian
Ardian membalikan tubuh reina mode doggy style. Ardian mengempur reina dari belakang.
Plok plok plok
“Mass ahhh enakkk massssss lebih cepat ahhh” Desah reina
“Ganti gaya sayang” Ucap ardian
Reina posisinya berhadapan dengan ardian.. Ardian semakin tergoda melihat payudara reina bergoyang
“Ahhhhh mashhhh ah menusuk banget penismu massss ahhhh” Desah reina
“Ahhh sayang goyanganmu mantappp ahhhh” Ucap ardian
“Mas aku ingin keluar ahhh masss” Desah reina
“Bersama sayang” Ucap ardian
Crotttttttttt
Reina ambruk diatas tubuh ardian
“Makasih sayang” Ucap ardian
.
.
.
.
.
.
.
Kehidupan Reina dan ardian baik baik saja mereka makin mesra dan kini Reina juga sudah resign dari pekerjaannya. Biaya adik Reina dan keluarga sudah ditanggung ardian
.
.
.
.
Pagi ini ardian dan Reina mendapat kabar dari papa bahwa mamanya jatuh sakit. Ardian dan Reina terbang menuju semarang.
“Ma mama sudah sadar” Ucap ardian
“Kamu disini” Ucap mama
“Mama sehat sehat jangan banyak aktifitas dulu” Ucap ardian
“Hm papa ada pertemuan yang tidak bisa ditunda. Ardian juga harus balik ke Jakarta. Nabilla lagi ujian dan Aldo juga. Terus siapa yang jaga mama” Ucap papa
“Em biar reina disini aja pa. Boleh kan mas Rein nungguin mama” Ucap reina
“Kamu jangan aneh aneh Rein. Mas gak mau kejadian seperti dulu lagi” Ucap ardian
“Mas please” Ucap reina
“Oke mas ijinin. Maafin mas harus segera balik ada yang mendadak butuh tenaga mas. Kamu baik baik disini kabari mas” Ucap ardian.
“Iya mas hati hati ya jaga kesehatan” Ucap Rein
.
.
.
.
.
Tinggalah Rein bersama mama mertuanya
“Ibu makan dulu ya Rein suapin” Ucap reina
“Jangan sok baik kamu” Ucap mama mertuanya
“Bu tolong sekali ini saja ijinkan reina rawat ibu” Ucap reina
Akhirnya mama mertuanya luluh
“Saya mau ke toilet” Ucap mama mertuanya
Reina mengantar mama mertuanya
“Saya mau muntah” Ucap mama mertuanya
Reina membersihka kotoran mama mertuanya
“Saya mau mandi” Ucap mama mertuanya
Reina melap badan mama mertuanya
Jam sudah malam reina membaringjwn tubuhnnya dengan kepalanya bersandar di tempat tidur ibu mertuanya
“Dia baik kenapa aku terlalu jahat padanya hiksss” Ucap mama mertuanya
.
.
.
.
.
.
.
Sudah 3 hari reina merawat mama mertuanya
Pagi hari yang cerah ardian sudah sampai semarang
“Sayang hey bangun” Ucap ardian
“Mas kamu udah di semarang lagi” Ucap reina
“Udah” Ucap ardian
Reina memeluk suaminya
“Sayang kalau mas ajak kamu pindah ke semarang apakah kamu mau” Ucap ardian
“Aku mau mas lebih dekat dengan keluarga. Kalau mau ke Solo juga dekat. Apalagi kesehatan mama menurun akhir akhir ini dan kalau deket aku bisa rawat mama mas” Ucap reina
” Makasih sayang mau udah pengertian. Lusa kita kembali ke Jakarta buat menyelesaikan semua urusan disana ya sayang” Ucap ardian
“Iya mas” Ucap reina
Mama ardian dari tadi pura pura tidur dan mendengarkan obrolan mereka
“Kamu mau merawatku padahal aku sudah jahat padamu” Batin mama ardian
Bersambung…
Ardian dan reina sudah kembali ke Jakarta dan hari ini mereka akan kembali ke semarang
“Mama udah sehat” Ucap ardian
“Udah mama udah sehat” Ucap mama ardian
Hari ini mama udah pulang dan saat ini reina sedang memasak makanan di dapur dibantu bibi
“Bii buburnya untuk mama ya ini. Aku antar ke mama dulu. Mama lagi di taman” Ucap reina
“Bu makan dulu ya ini waktunya makan dan minum obat” Ucap reina
“Kenapa kamu masih baik sama saya padahal saya sudah jahat sama kamu” Ucap mama
“Bu ibu jangan nangis. Ibu bukan jahat tapi ibu hanya belum bisa menerima kehadiranku. Ibu pasti ingin yang terbaik untuk mas ardian” Ucap reina
“Maafkan saya Rein maafkan mama” Ucap mama sambil memelukku
“Hiks bu jangan nangis hikss reina udah maafin ibu” Ucap reina
“Panggi aku mama seperti ardian” Ucap mama
“Mama hiks mama harus sehat ya” Ucap reina
“Iya mama harus sehat. Maafin mama ya nak” Ucap mama
“Mama Rein udah maafin mama” Ucap reina
“Lagi pelukan gak ajak ajak” Ucap ardian
“Mas kamu udah pulang” Ucap reina
“Iya sayang mas udah pulang” Ucap ardian
“Maaafin mama ya. Mama udah jahat sama istrimu” Ucap mama
“Mama udah ya maaf maafanya tanpa mama Minta kami sudah memaafkan” Ucap ardian
“Mama gak sabar mau gendong cucu” Ucap mama
“Mama sehat cepet biar bisa gendong cucu” Ucap ardian
“Aku bahagia dan lega” Batin mama
.
.
.
.
.
.
.
2 pasutri sedang di ranjang
“Mas aku bahagia banget mama sudah menerimaku” Ucap reina.
“Iya sayang mas juga bahagia” Ucap ardian
“Mas aku punya kado buat kamu” Ucap reina
“Apa ini” Ucap ardian
“Buka aja” Ucap reina
Ardian membuka kotak itu dan
“Kamu hamil sayang” Ucap ardian
“Selamat mas kamu mau jadi ayah” Ucap reina memeluk ardian
“Sayang mas bahagia sekali” Ucap ardian
.
.
.
.
.
.
Kandungan reina memasuki bulan. Reina hamil anak kembar
“Kamu istirahat aja. Mama gak tega liat kamu gerak terus” Ucap mama
“Maaa mas ardian kok gak sampai sampai rumah si. Padahal Rein udah laper banget nunggu satenya” Ucap reina
“Mungkin kena macet nak. Km duduk dulu ya” Ucap papa
“Iya pa” Ucap Rein
.
.
.
.
“Mas pulang sayang ini satenya” Ucap ardian
“Mas lama gk jadi makan sate aku. Aldo ini buat kamu aja kakak udah gak nafsu” Ucap reina pergi
“Kamu sabar ya nak orang hamil emang gitu” Ucap mama
“Iya ma pa ardian keatas dulu” Ucap ardian
.
.
.
.
“Sayang maaf ya lama tadi antri” Ucap ardian
“Mas dedek bayi kangen papanya” Ucap reina
“Adek bayi apa mamanya” Ucap ardian
“Adek bayi lah” Ucap reina
“Sayang usia kandungan kamu udh 6 bulan lebih kan ya. Mas jenguk adek bayi boleh kan” Ucap ardian
“Boleh mas” Ucap reina
Ardian membuka baju Rein
“Sayang payudara kamu tambah montok” Ucap ardian
Reina semakin seksi menurut ardian. Ardian membuka paha Reina dan
Jlebbb
“Mas pelan pelan nanti anak kita kaget” Ucap reina
Plok. Plok ardian memaju mundurkan penisnya di liang lahat vagina reina
“Ahhhhh masssssssssssss ahhhhhh gak kuat ahhhhhhh” Ucap reina
“Mas keluarin diluar ahhhhh” Desah reina
“Bersama sayang ahhhh” Desah ardian
“Ahhhhh mas ardian” Desah reina
Ardian ambruk di samping Reina
“Sayang aman kan” Ucap ardian
“Vagina aku perih mas. Apa karena jarang di masukin ya semasa hamil” Tanya Reina
“Belum terbiasa aja sayang. Tapi memang vagina kamu itu jepit banget” Ucap ardian
“Ih kamu bisa aja mas” Ucap Reina
“Lanjut ronde 2 yuk sayang” Ucap ardian
Reina hanya menangguk
Ronde kedua mereka lanjutkan di kamar mandi ardian duduk di closet dan Reina berada di atasnya
“Ahhh mas ardian ahhh pelan pelan” Ucap Reina
“Ah sayang badan kamu seksi ahhhh payudaramu montok” Ucap ardian
Plok plok plok
“Ahhh mash pelan pelan memek aku ngilu” Ucap Reina
“Ahhh sempit sayang memek kamu” Ucap ardian
“Aku mau keluar masss ahhh uhhhh” Ucap Reina
“Bersama sayang” Ucap ardian.
Hari ini reina merasa bosan dirumah sendirian. Akhirnya reina inisiatif memasak makan siang untuk suaminya
“Rein kamu hati hati nak kandungan kamu sudah besar” Ucap mama ardian
“Aman kok ma rein pengen masakin mas ardian terus boleh kan ma rein anter ke ruma sakit” Ucap rein
“Boleh tapi jangan sendiri. Mama ngilu liat kamu bawa si twins” Ucap mama ardian
“Iya ma aldo dirumah kan ma. Nanti rein minta anter aldo” Ucap rein
“Mama berangkat arisan dulu ya kamu hati hati” Ucap mama
“Iya ma hati hati mama” Ucap rein
.
.
.
.
.
.
Ardian hari ini sangat lelah sebagai seseorang dokter banyak sekali yang harus ia kerjakan
“Sus apa masih ada pasien lagi” Tanya ardian
“Sisa 2 pasien lagi dok” Ucap suster
“Baik Sus” Ucap ardian
.
.
.
.
.
Didapur reina tengah sibuk mengepack makanan yang akan ia bawa untuk makan siang ardian. Reina sengaja tidak mengabari karena mau buat surprise
“Cumi balado, capcay dan buah sudah semua” Ucap reina
“Aldo minta tolong anterin kakak ke rumah sakit kamu bisa gak” Tanya reina
“Bisa kak aku ambil kunci dulu” Ucap aldo
.
.
.
.
.
.
.
Sampailah aldo dan reina. Reina berjalan melewati beberapa suster ia senyum dan menyapa. Sampailah didepan ruangan ardian
“Sus maaf mas ardian apakah sedang sibuk” Tanya Reina
“Udah selesai bu dokter ardiannya” Ucap suster
“Kak aku keluar bentar ya mau ketemu temenku. Nanti kakak kabarin aku ya kalau udah selesai” Ucap aldo
“Oke hati” Ucap Reina
Tok tok
“Masuk” Ucap ardian
“Aku ganggu gak” Ucap Reina
“Sayang kamu kesini kok gak ngabarin. Kesini sama siapa” Ucap ardian
“Suprise dong mas. Sama aldo mas. Ini aku bawain makan siang buat mas” Ucap reina
“Mana aldonya sayang” Tanya ardian
“Katanya lagi mau ketemu temennya” Ucap reina
Reina dan ardian akhirnya makan siang bersama kemudian Reina pulang kerumah bersama aldo karena ardian masih banyak jadwal operasi.
Bersambung…
Kandungan Reina sudah memasuki HPL Reina tetap ingin melahirkan normal.
Ardian dan Reina saat ini sedang berada di ranjang. Ardian mengelus perut reina yang besar sekali
“Anak papa sabar ya nak bentar lagi kita ketemu kamu” Ucap ardian
“Iya papa twins juga gak sabar untuk ketemu papa” Ucap reina menirukan suara anak kecil
“Sayang mas cinta dan sayang sama kamu. Kamu hidup mas Tuhan baik sekali sama mas mempertemukan kamu dan mas” Ucap ardian
“Rein juga sayang dan cinta sama mas. Mas jangan pernah kecewain aku ya. Jangan pernah tinggalin aku” Ucap Reina
“Kamu segalanya buat mas sayang” Ucap ardian memeluk Reina
“Makasih mas” Ucap Reina
“Sayang mas pengen kamu. Hubungan intim saat HPL itu bagus sayang untuk memperlancar jalan lahir” Ucap ardian
“Aku mau mas tapi pelan pelan ya” Ucap Reina
Ardian mulai menciumi bibir Reina dan menciumi leher mulus Reina
Ardian membuka baju Reina hingga telanjang bulat
“Payudara kamu makin gede ya sayang. Mas gak sabar nyusu” Ucap ardian
Ardian pun menyusu di payudara Reina. Memang semenjak Reina hamil berat badan istrinya ini nambah pantatnya juga semakin besar dan semakin seksi montok dimata ardian
“Mas masukin ya sayang” Ucap ardian
“Pelan pelan ya mas rein takut twins kaget” Ucap Reina
JLEBBBBBBB
“Ahhhhh massssss” Desah Reina
“Vagina kamu makin sempit aja sayang padahal udah sering mas masukin” Ucap ardian
“Mas gerakin dong” Ucap Reina
“Iya sayang mas siap genjot kamu” Ucap ardian
Plok plok plok plok
“Ahhh mas lebih cepet ahhhh mass ardian ahhhh lebih cepet sodoknya ahhhh” Ucap Reina
“Ahhhh rein nikmat banget memek kamu sayang ahhhhhh makin sempit ahhhhhhh sempit sekali ahhhhh” Ucap ardian
“Ahhh mas gak kuat aku ahhhh” Ucap Reina
“Keluar bersama sayang ahhh” Ucap ardian
Crotttttttttttttttttt
“1 ronde aja sayang mas gak tega lihat kamu capek” Ucap ardian
“Iya mas” Ucap reina
“Sayang mas ambil lap dulu ya buat bersihin badan kamu” Ucap ardian
Reina hanya mengangguk karena ia merasa badannya sungguh lelah sekali biasanya ia kuat di gempur ardian sampai 10 ronde ini hanya 1 ronde saja sudah sangat lelah sekali mungkin efek kehamilannya
Ardian kembali ke kasur membawa baskom dan handuk
“Sayang buka paha kamu mas bersihin dulu vagina kamu sayang” Ucap ardian
Reina membuka vaginanya. Reina memang sudah tidak pernah malu lagi karena ardian sering membersihkan vagina Reina saat selesai bercinta. Pasalnya istrinya akhir akhir ini selalu lemas ketika selesai bercinta
Vagina Reina ini vaginanya bersih dan wangi. Reina sangat pinta merawat vaginanya. Tidak pernah bau selalu wangi. Apalagi ia selalu rutin mencukur vaginanya.
“Udah selesai sayang” Ucap ardian.
Saat ini Reina sedang berada dirumah bersama dengan mama ardian. Tiba tiba saja Reina merasa perutnya sakit
“Aduh hikss mama perut rein sakit banget ahhh” Ucap Reina
“Aduh sayang sepertinya kamu akan melahirkan ini” Ucap mama ardian
“Bikkkkk panggilkan pak min biii dan aldo” Ucap mama
“Maa kenapa ma aduh mama” Ucap aldo panik
“Do mama Minta tolong bantu mama bawa kak rein ke rumah sakit kamu jangan lupa hubungi abangmu dan papa” Ucap mama
Aldo dan mama dan rein perjalanan menuju ke rumah sakit. Sesampai disana ardian sudah berada di depan IGD
Ardian langsung mengendong Reina ke brankar
“Sayangg sabar ya” Ucap ardian
“Hiks mas sakit banget perut aku” Ucap Reina
Reina masuk ke ruangan persalinan
“Dok udah pembukaan akhir” Ucap dokter citra
“Bu Reina tolong tarik nafas ya keluarkan” Ucap dokter
“Ahhhhhh sakit masss ahhhhhhh hiksss ahhhh” Ucap Reina
“Sabar sayang sebentar lagi” Ucap ardian
“Lagi bu sebentar lagi bayinya keluar” Ucap dokter
Oek oek oek
“Alhamdulillah anak pertama sudah keluar laki laki jenisnya” Ucap dokter
“Bu lagi bu tarik nafas pelan pelan keluarkan” Ucap dokter
“Huhhh hahhhh ahhhhhhhhh hiksss sakitt ahhhhhhhhhh” Ucap Reina
Oek oek oek
“Selamat dokter ardian dan bu Reina untuk kelahiran kedua putranya sehat semua kami bersihkan dulu. Permisi dok dan bu Reina” Ucap perawat dan dokter
“Sayang Terima kasih kamu sudah bertaruh nyawa melahirkan kedua putra kita” Ucap ardian
“Hiksss makasih mas udah jadi papa terbaik untuk kedua anak kita” Ucap reina
Bersambung…
Kini keluarga Reina dan keluarga ardian sedang berada di ruang VVIP rumah sakit
“Gemes banget keponakan gue” Ucap aldo
“Mirip ardian semua” Ucap mama ardian
“Iya bu mirip nak ardian” Ucap Ibu Reina
“Namanya siapa ardian” Ucap papa ardian
“Yang abangnya namanya Abimanyu Sailendra dan adeknya Narendra Sailendra” Ucap ardian
“Abi dan Naren” Ucap Reina
“Nama yang bagus bagus nak ardian” Ucap bapak Reina
“Bapak sama ibu naik apa kesini” Ucap Reina
“Tadi dijemput pak min nak” Ucap ibu Reina
“Makasih ya mas” Ucap Reina
Mendapat senyuman dan anggukan ardian
Abimanyu dan Narendra udah 3 bulan bayi itu lahir dan kini ardian dan Reina sudah memiliki rumah sendiri tidak tinggal bersama orang tua ardian. Reina sebagai istri hanya mengikuti keputusan ardian sebagai suami. Kalau difikir fikri reina lebih suka tinggal bersama orang tua ardian karena ramai ada adik iparnya juga
Reina sedang duduk di sofa dengan 2 bayi ia letakan di box sedang tertidur
“Assalamu’alaikum papa pulang” Ucap ardian
“Waalaikumsalam. Tumben jam segini udah pulang mas” Tanya Reina
“Kangen kamu sayang” Ucap ardian
“Gombal” Ucap Reina
“Udah pada tidur” Tanya ardian
“Iya mas tadi habis minum asi langsung pada tidur” Ucap Reina
“Berarti tugas selanjutnya mama abi dan mama Naren tidurin punya papa” Ucap ardian mesum sambil menunjuk penisnya
“Mas kamu mesum banget sih masih ada anak kita” Ucap Reina
“Sekali kali sayang. Mas mandi dulu ya” Ucap ardian masuk ke kemar
.
.
.
.
Sembari menunggu ardian mandi Reina menyiapkan makanan untuk ardian
Tiba tiba aja ada yang memeluk tubuhnya dari belakang
“Mas lepas ini gosong loh” Ucap Reina
“Mas kangen kamu sayang” Ucap ardian
“Mas lepasin dulu deh” Ucap Reina
Ardian pun melepaskan Reina. Dan ardian jadi manyun.
Reina menyadari sudah lama sekali suaminya puasa semenjak dirinya melahirkan. Dulu saat masih hamil ia masih berhubungan badan dengan suaminya namun saat masa nifas setelah melahirkan ia sudah tidak pernah selama 3 bulan. Malam ini ia sudah selesai nifas dan akan siap melayani suaminya.
Malam ini kedua bayi kembarnya sudah tidur di box bayi. Ardian suaminya masih sibuk dengan laptopnya kemudian Reina masuk ke kamar ia memakai lingeri kado yang dulu pernah diberikan tasya akan ia pakai lagi untuk mengoda suaminya. Malam ini ia akan melayani suaminya dengan extra
Ardian sedang mengecek email yang dikirimkan sekretaris nya selain menjadi seseorang dokter ardian memiliki perusahaan yaitu perusahaan keluarga yang ia kelola tiba tiba saja ia melihat istrinya dengan pakaian yang sangat seksi ardian meletakan laptopnya tiba tiba saja Reina duduk di atas pahanya
“Rein jangan kamu goda mas” Ucap ardian
“Mas kamu gak mau buka puasa” Ucap Reina
“Mau lah sayang emang kamu udah selesai masa nifasnya” Tanya ardian
“Udahlah mas. Mas aja yang sibuk. Mas gak jajan diluar kan atau jangan jangan” Ucap Reina
CUPPP
“Gak lah sayang yang dirumah aja seksi gini masak mas jajan sih. Hanya satu lubang saya di dunia ini yang bisa mas masukin. Cuma lubang lahirnya Abimanyu dan Narendra” Ucap ardian
“Ih mas malu tau” Ucap Reina memeluk suaminya
“Dasar kamu itu pemalu masih aja ada niatan goda mas” Tanya ardian
“Ya namanya usaha mau kasih service terbaik buat suami” Ucap Reina
“Serius mau servicenya dong sayang” Ucap ardian
“Udah ah jadi gak mas kalau gak jadi au ganti baju nih” Ucap Reina
Ardian langsung menarik Reina dan memangkunya mencium Reina dengan brutal.
Bersambung…
CUP
Reina memukul dada ardian
“Mashhh brutal banget sih aku gak bisa nafas” Ucap Reina
“Maaf sayang mas gak tahan” Ucap ardian
Ardian melanjutkan menciumi Reina dengan lembut. Menjelajah leher Reina. Kini Reina mengambil alih
“Mas aku aja ambil alih” Ucap Reina
Ardian hanya melihat seberapa liatnya istri polosnya ini
Reina membuka baju ardian dan membuka reseleting celana ardian dan ardian sudah telanjang bulat. Reina memegang penis ardian dan memasukan ke dalam mulutnya. Ardian kaget karena ini pertama kali Reina memasukan penisnya kedalam mulut
“Ahhh siall rein ahhhhhh” Desah ardian
Cairan spermanya muncrat
Kini Reina naik ke pangkuan ardian dan menjelajah tubuh ardian Reina ciumi dan Reina memasukan penis ardian kedalam vaginanya
“Ahhhhhhh sakit mash” Ucap rein
“Ahhh sesak rein” Ucap ardian
“Aku gerak ya mas” Ucap Reina
Reina menaik turunkan pantatnya dan penis ardian keluar masuk memeknya
Plok plok plok plok
“Ahhhh rein soal ahhhh nikmat sayang ahhh” Desah ardian
“Ahhh masss aku keluar” Ucap rein
“Keluar bersama sayang” Desah ardian
“Ahhhhh lemesss mash” Ucap Reina
“Sayang gantian mas yang puasin kamu” Ucap ardian
“Iya mas” Ucap Reina
Ardian membaringkan tubuh seksi Reina di ranjang ardian membuka seluruh pakaian yang ada di tubuh Reina. Hingga tubuh Reina polos. Meski Reina habis melahirkan tubuhnya makin seksi karena lemak tubuhnya berada di tempat yang sangatlah tepat.
“Sayang tubuh kamu makin seksi sayang” Ucap ardian
Ardia menjelajah semua inci tubuh Reina. Ardian tak lupa meremas gunung kembar Reina yang menjadi sumber kehidupan anaknya itu. Gunung kembar Reina sangatlah montok. Ardian meremas dan menyedot puting susu Reina
“Ahhh mas pelan pelan nyusunnya” Ucap Reina
“Sayang aku suka tambah besar” Ucap ardian
Sampailah ke vagina reina yang menurut ardian sangatlah indah
“Vagina tembemku. Dia selalu merawatnya dengan bersih semakin tak sabar aku” Batin ardian
“Sayang ngangkang ya” Ucap ardian
Reina membuka pahanya lebar lebar dan ardian membenamkan mulutnya di vagina Reina untuk ia jilati
“Ahhhh masss geli banget ahhhh ahhh” Ucap Reina
Ardian mengocok miliknya untuk dimasukan ke vagina Reina
Ardian mengesek gesekan penisnya ke vagina Reina
“Mas masukin ahhh geli” Ucap Reina
“Apa sayang yang dimasukin hmm” Goda ardian
“Penis kamu mas cepet ahh geli” Ucap Reina
JLEBBBB
“Ah sial vagina istriku masih sempit padahal udah ngeluarin 2 tuyul” Batin ardian
“Mas gerak ya sayang vagina kamu tetep sempit” Ucap ardia
Plok plok plok
Ardian semakin brutal mengenjot Reina apalagi saat ini ardian mengenjot dengan memegangi tangan Reina posisi duduk di atasnya
“Balik sayang ganti gaya” Ucap ardian
Ardian mengenjot Reina dari belakang dengan gaya dogy style
“Ahh mas pelan pelan ahhh kamu brutal banget ahhh” Ucap Reina
“Ahhh sialll ahhhhh reinaaa ahhhh” Desah ardian
Plok plok plok plok plok
“Mas pelan pelan ahh mentok banget ahh” Desah Reina
Ardian menyemburkan spermanya di rahim Reina
“Ah mas kenapa dikeluarin didalam” Ucap Reina lemas
“Maaf sayang aku khilaf” Ucap ardian
“Ih gimana kalau aku hamil. Lagi” Ucap Reina
“Kan ada mas sayang udah tidur yuk capek” Ucap ardia memelul reina
Mereka berdua sangatlah lemas karena harap maklum mas ardian baru buka puasa ya teman-teman jadi agak brutal.
Reina badanya terasa rembuk sekali. Suara 2 bayi membangunkan tidurnya. Mau tidak mau Reina bangun. Suaminya masih tidur tapi juga kebangun karena bayi kembar itu
“Sayang kamu mandi dulu aja mas tenangin si kembar” Ucap ardian
“Ih mas vagina aku perih banget gara gara mas brutal banget semalam” Ucap Reina
“Maaf ya sayang kamu nikmat soalnya” Ucap ardian
.
.
.
.
.
.
.
4 tahun kemudian Reina melahirkan seseorang bayi cantik bernama Kayla Syailendra
.
.
.
.
.
.
20 tahun kemudian
“Pagi mama papa abang kakak” Ucap Kayla
“Pagi anak cantik” Ucap ardian
“Sayang kamu hari ini papa anterin ke sekolah ya” Ucap ardian
“Gak mau papa Reina mau bareng kakak” Ucap Kayla
“Gak mau aku dek. Loe rese soalnya” Ucap Naren
“Kakak jahat hiks” Ucap Kayla
Cerita Sex Office Cutie
“Naren adeknya mau bareng kok gak boleh sih” Ucap Reina
“Gak mau Kayla usil masak tiap ada cewek yang mau aku deketin dia ngaku jadi pacarku akhirnya kenapa tampar aku ma” Ucap Naren
“Salahnya kakak tuh cewek yang mau di pacarin kayak lenong semua. Kau gak suka pa ma” Ucap Kayla
“Bareng abang aja kay udah gak usah nangis” Ucap abi
“Gak mau abang gak asik pulang sekolah langsung pulang gak main gak asik” Ucap Kayla
“Udah Naren anter adikmu” Ucap ardian tegas
“Yeayy makasih papa” Ucap Kayla heboh
Begitulah kehidupan Reina dan ardian memiliki 3 buah hati lucu.
Teman teman Terima kasih sudah membaca ceritaku. Maaf banget kalau kurang puas. Enaknya habis ini bikin cerita tentang apa lagi ya.
TAMAT


